PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Meraih Keluarga Sejahtera

Mengenal Operator PKH, Berdayakan Warga Kurang Mampu


Sumber : Nurhasim-Korwil PKH NTB
Posting : Admin An
Tanggal : 2020-06-21


Bagikan Berita

Bima, NTB

Setidaknya ada 4 (empat) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI di Kota Bima. Keempat Keluarga kurang mampu tersebut kini menjadi karyawan usaha laundry Operator PKH Kabupaten Bima, Yudhi Rosyadi S.Adm.

Yudhi, sapaan akrab Operator PKH Kabupaten Bima (Operator istilah dahulu---sekarang berganti nama menjadi Adminsitrasi Pangkalan Data (APD). Membangun usaha laundry sejak tahun 2016, tak ayal kala itu usaha pencucian pakaian ini belum begitu ramai di kalangan sosial. Usaha Laundry yang ditekuninya mendapatkan lisensi dengan nama Laundry 88 Kota Bima, beralamat Alamat Jl. Gajah Mada Lingk. Nusantara RT 009 RW 004 Kelurahan Monggonao Kecamatan Mpunda Kota Bima.

Pria berambut kribo ini, memanfaatkan waktunya untuk mengelola usaha, selepas tugas rutin di PKH. Ia adalah jebolan PKH tahun 2011 dengan memilih menjadi Operator pada rekruitmen SDM PKH kala itu. Dengan keuletan di bidang elektronik dan manajmen komputerisasi, ia menjadi andalan SDM PKH di Devisi Sim dan Determinasi.

"Oh ya, selain bekerja purna waktu di PKH, saya membangun usaha laundry. Ada empat penerima PKH di Kota Bima yang menjadi karyawan," Ungkapnya tersenyum

Ia terketuk untuk mempraktikan pemberdayaan pada penerima manfaat PKH,  agar keseharian mereka (penerima PKH,red) tidak saja berharap banyak pada bantuan non tunai bersyarat tersebut. Mereka harus dipaparkan dengan aktivitas positif agar memiliki pendapatan untuk menopang ekonomi keluarga.

Menurut suami Rostina ini, para penerima PKH yang kini menjadi karyawan Laundiry 88 Kota bima, yaitu. Junari. Sarafiah, Ferawati dan Nuraini. Keempat ibu-ibu tersebut mulai bekerja pada tahun 2017. sejak resmi menjadi karyawan, mereka telah mendapatkan gaji pokok Rp. 1 juta/bulan. Selain gaji, karyawan mendapatkan uang makan Rp 10 ribu/hari,bahkan menerima Rp 200 ribu diterima setiap 2 bulan sekali.

"Mereka memanfaatkan pendapatannya untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga," Tutur Alumni STIA Mataram ini.

Ia mengelaim, awal merekrut warga tersebut, dikarenakan melihat kondisi ekonominya yang memrihatinkan. Seakan lusuh tak berdaya. Bahkan ia sendiri mengetahui jika karywannya itu adalah penerima manfaat PKH. Lantaran sudah lama bergelut untuk urusan sosial di PKH, ia menawarkan kepada mereka untuk menjadi karyawannya dan akhirnya mereka semangat lagi untuk beraktivitas, tidak berdiam diri untuk menunggu bantuan Pemerintah semata.

Motivasi beraktivitas positif harus ada untuk mereka yang tak berdaya secara ekonomi, agar ada fikirian untuk merubah diri dan mau bangkit dari keterpurukan. Bantuan sosial adalah bukan warisan, apalagi di Program PKH, memiliki syarat tertentu. Jika syarat komponen di PKH telah habis, maka mereka tidak lagi mendapatkan bansos tersebut.

Lebih lanjut Pria kelahiran tahun '82 itu, Penerima PKH, selain mendapatkan bansos harus mandiri dan bahkan harus siap tidak mendapatkan lagi bansos, apabila sudah dirasa mandiri. Apalagi syarat komponen PKH  telah selesai maka harus siap menerimanya. Untuk itu, segala antisipasi untuk 'menambal' ekomoni keluarga harus dicari segera jalan keluarnya.

"Ya, mimimal seperti ini, bisa beraktifitas dan mendapatkan hasil. Jangan malu bekerja apapun, malulah jika hanya berharap pada bantuan Pemerintah. Yang merubah diri kita, bukan orang lain, melainkan diri sendiri, " Papar Yudhi

Masih cerita Bapak satu anak pada perbincangan hari minggu malam (21/6/2020) itu. Sebelum covid awalnya karyawan 6 orang. Namun karena condisi pandemi corona ( covid19). Telah diistrahatkan dua orang. Namun, KPM PKH tetap dipertahankan. Lanjut dia,  untuk yang diistrahatkan tadi, tidak dikurangi hak mereka sebagai karyawan.

Pemilik akun Facebook Yudhi R ini menceritakan, usaha suksesnya, sebelum covid meraub pendapatan maksimal  Rp. 16 juta dan minimal Rp 13 juta. Namun, karena kondisi pandemi Corona, pendapatannya jatuh pada angka Rp.10 -12 juta.

#Belajar menulis, kiat sukses SDM PKH

Nurhasim-Korwil PKH NTB