PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Meraih Keluarga Sejahtera

Graduasi Mandiri di Kota Kartini


Bulan April, bisa disebut sebagai bulan kartini, Khususnya bagi warga Jepara, dimana Kartini dilahirkan. Dibulan inilah Kartini lahir tepatnya tanggal 21 April 1879, 142 tahun yang lalu. Semangat kartini selalu menjadi inspirasi,  untuk menggagas proses-proses pemberdayaan, khususnya bagi kaum perempuan. Meski tak sedikit juga yang mengingatnya dengan cara yang biasa, setiap tahun sekali dirayakan, namun sebatas sanggul, kebaya, dan lomba-lomba. Setelah itu sudah, tunggu tahun depan lagi, dirayakan lagi, begitu siklus biasanya.

Kartini sebagai seorang tokoh memang lahir dan dibesarkan dikalangan bangsawan. Namun Kartini sebagai sebuah nilai, lahir ditengah-tengah keterbelakangan perempuan, Kartini sebagai kata kerja hadir dan dibutuhkan disemua proses pemberdayaan terhadap kelompok perempuan. Ini yang penting, Kartini harus tetap lestari sebagai sebuah nilai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai sebuah kata kerja harus tetap setia menjaga asah dan perjuangan dalam melawan segala bentuk ketertinggalan, ketidak berdayaan, kususnya bagi kelompok perempuan, tak terkecuali bagi para perempuan yang hari ini namanya tercatat sebagai penerima bantuan. Salah satunya adalah bu Ismawati.

Ismawati, salah satu KPM PKH Jepara yang bisa menjadi inspirasi, masuk menjadi KPM PKH tahun 2018 dengan kondisi ekonomi pra sejahtera, tahun 2021 mengajukan pengunduran diri karena sudah sejahtera, usahanya terus berkembang, dan sekarang rumahnya sudah berubah, lebih besar dan lebih bagus. Berbeda dengan kondisi dua tahun yang lalu saat saya mengunjungi rumahnya. Rumah kayu, Disekitar willayah tersebut, memang satu-satunya rumah yang terbuat dari kayu sederhana.  Meskipun begitu, rumah tersebut terlihat sekali aktifitas ekonomisnya, karena bagian depan rumah tersebut diubah menjadi toko sembako, atas nama KUBE SIDO MAKMUR yang dimiliki oleh KPM PKH.

Salah satu indikator yang mempengaruhi perubahan status ekonomi bu isma adalah keberadaan KUBE tersebut. Awalnya barang dagangannya hanya dua item, yaitu beras dan minyak, barang tersebut di display diatas meja kecil didepan rumah. Kemudian ditawarkan keteman-teman melalui SMS dan WA.  Hingga saat ini bertambah menjadi sekitar 10 komoditas pokok dari KUBE, termasuk didalamnya adalah beras dan minyak, serta ratusan komoditas lainnya yang dimiliki secara pribadi oleh Bu Ismawati. Seratus sampai dua ratus ribu omset kotor pada awalnya, sekarang sudah mencapai sejuta per hari.

Para KPM harus berani memulai dan membuat usaha supaya ada tambahan pendapatan secara ekonomi, yang akhirnya nanti bisa graduasi, ucap bu ismawati melalui sambungan telepon hari ini, tepat dihari lahir kartini. Bagi Bu Isma, Kartini adalah sosok perempuan yang Tangguh dan berjuang tanpa mengenal lelah dan takut.

Bu Isma telah membuktikan, Kartini sebagai nilai, hadir dan tetap relevan dalam menghadapi tantangan disetiap zaman. KPM PKH harus bermental mandiri, ada niat tidak akan lama di PKH, semakin cepat semakin baik. Kemudian mau berusaha, aktif mengikuti proses-proses pemberdayaan oleh pendamping sosial melalui P2K2, terus berusaha dan pasti akan ada jalan. Selamat Hari Kartini, Inspirasi Untuk Graduasi!!!


Sumber : Purwanto - Korkab Jepara
Posting : Kurnia Angga, Dit Jaminan Sosial Keluarga
Tanggal : 2021-04-21


Bagikan Berita