PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Meraih Keluarga Sejahtera

BERITA


Herman Susilo - Koordinator Peningkatan Kapasitas Sumberdaya

PKH Tingkatkan Kualitas 13,4 Persen Keluarga di Jawa




Surabaya (29/08)
Sebanyak 13,4 Persen keluarga di Jawa meningkat kualitasnya melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu terungkap dalam kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Koordinator PKH se-Regional Jawa di Kota Surabaya pada 26-29 Agustus 2021.

Kasubdit Sumberdaya Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial Ari Widianto mengungkapkan dukungan PKH dalam meningkatkan taraf hidup keluarga di Regional Jawa mencapai 13,4%. "Artinya ada 13,4 persen keluarga di Jawa telah mengikuti rangkaian peningkatan kualitas keluarga melalui PKH, " jelas Ari. PKH juga membantu mengurangi beban, meningkatkan daya beli, mengubah perilaku dan meningkatkan inklusi keuangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Jumlah penerima PKH di regional Jawa sebanyak 5.698.125 keluarga dari jumlah total keluarga di seluruh Jawa 42.529.786 kk," tambah Anang Mega Cahyo Koordinator Regional Jawa.

Sementara itu Kasubdit Validasi dan Terminasi Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial Radik Karsadiguna menggarisbawahi pentingnya menampilkan capaian PKH di masing-masing wilayah. "Para koordinator harus mampu menyajikan capaian prestasi PKH di provinsi masing-masing sebagai bahan masukan bagi pemangku kepentingan di berbagai level," tandas pria yang telah 17 tahun mengawal perencanaan program.

Implementasi Tujuan PKH
Pada sesi implementasi tujuan PKH, seluruh peserta berlomba menampilkan hasil terbaik pelaksanaan PKH yang berkaitan erat dengan 5 tujuan PKH.

"Prioritas kami meningkatkan kualitas SDM penerima PKH," terang M. Dede Sholeh koordinator wilayah PKH Jawa Barat 2. Ia menyampaikan selama ini tim PKH Jawa Barat telah berhasil melakukan advokasi lebih dari 5000 anak KPM PKH mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. "Kami ingin taraf hidup anak-anak penerima PKH meningkat pendidikannya," tambah Atoilah Korwil Jawa Barat 1.

Sementara itu PKH di Jawa Timur telah berhasil mengubah perilaku penerima manfaat. "Kehadiran peserta didik anak KPM PKH meningkat 32% di fasilitas pendidikan," ujar M. Zainul Arifin Korwil PKH Jawa Timur 1.  "Kehadiran PKH di Jawa Timur juga telah meningkatkan kehadiran anak PKH di Fasilitas kesehatan sebesar 16,84%," timpal Agus Sudrajat korwil PKH Jawa Timur 3. PKH Jawa Timur juga telah berhasil menumbuhkan rumah baca di Madiun dan bank sampah di Blitar.

PKH DI Yogyakarta tak kalah fantastis. Siti Maryatun Ibtiyah korwil PKH DI Yogyakarta menandaskan kontribusi PKH terhadap penurunan angka kemiskinan di Jogjakarta sejak tahun 2008. Menurut catatan Bappeda Provinsi DIY angka kemiskinan DIY turun signifikan dari 18,32% tahun 2008 menjadi 12,28% pada tahun 2020. "Berbagai instrumen peningkatan kualitas keluarga yang dimiliki PKH berperan penting terhadap penurunan angka tersebut," tutur Siti.

Pada kesempatan yang sama perwakilan Banten menampilkan implementasi PKH dalam mengurangi beban dan meningkatkan pendapatan. KPM PKH memperoleh bantuan alat jualan berupa gerobak motor dan gerobak dorong. "Dengan begitu penghasilan mereka meningkat drastis," tutur Farhah Korwil PKH Banten 2.

Sementara itu PKH Jawa Tengah menunjukkan keberhasilan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan pendapatan KPM PKH. "Keahlian SDM PKH Jawa Tengah dalam teknologi informasi mampu memperluas pemasaran produk KPM," kata Setiawan Kosasih Korwil PKH Jawa Tengah 3. PKH Jawa Tengah telah berhasil memanfaatkan platform pasar digital seperti Gapura Digital, Metranet (padiumkm), Shoppee, Gojek dalam menjadikan produk KPM PKH go internasional.

Sedangkan PKH DKI Jakarta punya tantangan sendiri. "Karakter multikultur ibukota tak menghalangi program ini meningkatkan kualitas anak penerima PKH, " tutur Andi Mawardi Korwil PKH DKI Jakarta.

Maruah PKH
"Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan kembali maruah PKH," seru Agung Setiawan kasi peningkatan kapasitas sumberdaya Direktorat Jaminan Sosial Keluarga.

Hal senada disampaikan fasilitator kegiatan Herman Susilo. "Kegiatan ini adalah ajang mengasah kemampuan koordinator PKH dalam menganalisis progres, prestasi dan kolaborasi PKH di depan publik," ungkap Herman.

Selain itu peserta juga saling berdiskusi tentang pencegahan dan penanganan kasus yang dipandu oleh Wiwiek Setyawati.

Kegiatan yang dihadiri 18 Koordinator PKH se-Regional Jawa bertujuan menguatkan komitmen koordinator PKH dalam membangun potensi dan jejaring kerja dan menumbuhkan kemampuan koordinator PKH dalam memfasilitasi pengaduan dan penanganan masalah.

Kegiatan dilaksanakan di dua tempat yaitu Balai Koordinasi Kerjasama Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Timur dan Balai Kota Surabaya. (hs)


Sumber : Herman Susilo - Koordinator Peningkatan Kapasitas Sumberdaya
Posting : Kurnia Angga, Dit Jaminan Sosial Keluarga
Tanggal : 2021-08-29


Bagikan Berita