PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Meraih Keluarga Sejahtera

Wahyu : Saya Tidak Menyerah Meski Cacat


Posting : Joko Hariyanto
Tanggal : 2020-01-24


Bagikan Cerita

Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Wahyu Sudrajat untuk tetap berusaha bekerja memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. 

Wahyu sapaan akrab keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) asal desa Sambirejo, Trenggalek, Jawa Timur ini memulai perjuangan untuk memperbaiki perekonomian keluarga dengan membuka bengkel pengecatan mobil. 

Kecekatan dan kerapiannya dalam melakukan pengecatan mobil membuat bengkel Wahyu terus mendapatkan pesanan.  

"Alhamdulillah bengkel selalu ada pesanan pengecatan mobil. Penghasilan kira-kira antara satu juta sampai satu juta setengah per bulan. Kalau lagi ramai saya bisa dapat lebih dan biasanya dibantu rekan untuk pengerjaannya," terangnya.

Wahyu sebenarnya terlahir dengan kondisi normal namun naas kecelakaan mobil pada tahun 2013 membuatnya harus mengenakan tongkat dalam menjalankan aktifitasnya. "Keterampilan mengecat ini berkat belajar sebelum saya mengalam kecelakaan," imbuhnya. 

Dengan peralatan yang sederhana  berupa kompresor,  alat semprot dan beberapa peralatan pengecatan, baginya tidak ada kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Ketekunan dalam menjalankan usaha inilah yang mendorongnya mengundurkan diri dari kepersertaan PKH. 

Wahyu tercatat sebagai peserta PKH sejak 2018 dengan komponen anak SMP. Selama menjadi peserta PKH ia selalu aktiv mengikuti kegiatan pertemuan kelompok setiap bulan yang dilaksanakan oleh Nurmaliah Sa'anin selaku pendamping sosial PKH Kecamatan Trenggalek.

Di awal tahun ini, ia  mundur dari kepesertaan PKH karena melihat disekitarnya masih banyak masyarakat miskin yang belum menerima bantuan sosial termasuk PKH, ia ingin memberikan kesempatan kepada keluarga miskin yang lain. 

Menurut Anin sapaan akrab pendamping sosial PKH, keluarga ini sebenarnya masih cukup layak menerima bantuan sosial PKH.
 
"Saya sudah menjelaskan kepada beliau, namun bapak ini tetap ingin mundur, dan kami pun tidak bisa memaksa justru lebih mengapresiasi dan memotivasi", Jelas anin.

"Namun begitu kami akan tetap mencoba membantu untuk pengembangan usahanya", lanjutnya.

Agus syaiful anwar, S. Sos
Peksos SPV PKH Kabupaten Trenggalek - Jawa Timur