PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Meraih Keluarga Sejahtera

Maksimalkan Potensi Penerima PKH Mengundurkan Diri Berkat Usaha Bakso


Posting : Kurnia Angga, Dit Jaminan Sosial Keluarga
Tanggal : 2020-12-23


Bagikan Cerita

Ketut Dence  Rahmawati (37) wanita kelahiran Penarukan merupakan peserta PKH sejak  2017. Ibu tiga orang anak yang beralamat di Jalan Pulau Seribu Kelurahan Penarukan, merupakan penerima manfaat yang sukses mengelola usaha bakso dengan penuh kegigihan.

Usaha yang dirintis berawal mula dari usaha bakso keliling dengan bermodalkan gerobak bekas yang dibelinya senilai Rp.700.000 dari seorang temannya yang sudah tidak lagi berjualan. uang tersebut adalah uang bantuan PKH yang ia terima. Untuk tambahan modal lainnya Dence mengajukan kredit usaha kecil di Bank dekat rumahnya

Awal tahun 2018 ada pengajuan KUBE di Kelurahan Penarukan yang mana salah satu anggotanya adalah perempuan penjual bakso ini.  Bantuan tersebut yang berjumlah Rp. 20.000.000 yang dikelola secara bersama. Selanjutnya dari kegiatan KUBE Dence dapat menyisihkan dananya untuk sewa tempat usaha yang merupakan milik Desa Adat, yang harganya sangat murah.

Sebelum sukses dengan usahanya saat ini, sepuluh tahun silam dirinya dan suami adalah buruh pembuat bata merah yang menghasilkan hanya Rp. 20.000/hari. Sembari menjadi buruh ia kerap diajak untuk bantu- bantu di catering milik Bu  Joni, yang menghasilkan Rp. 100.000 sekali panggil itupun tidak setiap saat . Dence menuturkan “pagi sampai malam saya masih di pabrik bata, apabila ketika hujan bata yang telah jadi harus rusak. Kalo pas lagi ada pesenan catering dari subuh jam 3 pagi sampai malam belum ketemu keluarga, mau tidak mau harus tetap dijalani”. kenangnya.

Ditempat itulah berawal mula ia bisa membuat bakso. Kemudian ia mencoba untuk membuat sendiri sebatas untuk konsumsi keluarganya. Kemudian dia bertekad untuk membuka usaha sendiri dengan ketrampilan yang dimilikinya. Berjualan bakso  keliling selama 1 tahun membuat dirinya lebih termotivasi untuk memilki tempat berjualan yang tetap .

Sekian waktu berlalu usaha yang dijalani cukup berkembang, Bahkan saat ini Dence mampu meraup keuntungan bersih rata- rata Rp. 500.000 sampai Rp. 800.000 per harinya . melihat penjualan tersebut dia optimis mengajak kakaknya ikut berjualan yang sekaligus mengelola cabang bakso keduanya pada tahun 2018.

Tidak berhenti disitu dia semakin mengembangkan usahanya dengan menggunakan uang bantuan PKH serta pengambilan kembali kredit di bank untuk memperkuat usahanya.

Dimasa pandemi dia kembali membuka cabang lainnya yang diurus oleh keponakannya yang menjadi korban PHK. Dari cabang – cabang tersebut keuntungan yang diraup menggunakan sistem bagi untung. Hinggga kini dalam satu bulan ia dapat menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp. 8.000.000.

Kondisi tersebut menggugah hatinya untuk mengundurkan diri dari kepesertaan penerima Bantuan Sosial PKH di bulan juni lalu secara sukarela dengan menghubungi pendamping. Pendamping Sosial PKH Kecamatan Buleleng Luh Putu Permanasari, sejak 2 tahun terakhir baik melalui kunjungan rumah dan P2K2 turut memberikan masukan serta dorongan dalam penguatan usaha melalui modul Perencanaan Keuangan dan Perencanaan Usaha.

Pendamping dan supervisor PKH melakukan graduasi di tempat usahanya. Saat itu juga ia menceritakan perjalanan kehidupannya hingga mencapai saat ini. “Saya malu menerima bantuan PKH, kadang- kadang jika bantuan masuk sebagian saya berikan ketetangga yang butuh. Kalo sembakonya saya kasi lansia terlantar di belakang warung” tuturnya.

 

Sumber: Dewa Putu (SPV PKH Kabupaten Buleleng)