PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Meraih Keluarga Sejahtera

Ajak Anak KPM untuk meraih Masa Depan ....


Posting : Kurnia Angga
Tanggal : 2021-01-22


Bagikan testimoni

Hari ini, 22 Januari 2021, saya melakukan home visit ke beberapa KPM di Kelurahan Potrobangsan. Kunjungan yang pendamping lakukan bertujuan untuk merespon KPM yang membutuhkan penjelasan lebih mengenai Program Gerakan Ayo Kuliah (GAK), yang terselenggara atas Kerja sama antara Dinas Sosial Kota Magelang, PKH Kota Magelang bersama Universitas Muhammadiyah Magelang.

Kegiatan yang dirancang untuk mempersiapkan Anak dari Keluarga Kurang Mampu (read: terdata di DTKS) yang memiliki minat masuk ke Perguruan Tinggi ini, direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Februari s/d Maret mendatang.

Persiapan masuk perguruan tinggi meliputi pembekalan, fasilitasi bimbingan belajar intensif dan bebas biaya, hingga persiapan KKN.

 Sosialisasi ini pendamping rasa perlu, karena terdapat beberapa KPM yang belum paham dengan sosialisasi via WA Grup saja.

Pertanyaan yang muncul beberapa hari terakhir seputar GAK, adalah; Apa itu GAK,Syarat bergabung GAK, mekanisme GAK, Manfaat yang didapat dari GAK, serta pertanyaan yang menyangkut apakah Anak KPM dengan kondisi tertentu bisa mengikuti GAK (anak sudah lulus tapi ingin melanjutkan kuliah, kejar paket yang ingin kuliah, hingga anak yang berkebutuhan khusus).

Beragamnya pertanyaan yang ada menunjukkan antusiasme KPM menyambut dan memaksimalkan bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan keberfungsiannya. Hal ini menunjukkan kesadaran KPM akan pendidikan semakin tinggi, pendidikan sebagai kebutuhan, sebagai bekal dan salah satu cara mengubah nasib.

Hal yang menjadi catatan bersama adalah, besarnya antusiasme dan animo KPM akan Gerakan Ayo Kuliah ini belum sebanding dengan pemahaman KPM akan fasilitas KIP Kuliah. Mulai dari cara mendaftar hingga benefit yang diperoleh. Alasan 'ketidaktahuan' informasi kerapkali meyurutkan niat KPM dalam meraih sesuatu.

 

Kerapkali pendamping mendengar kalimat :

"Saya gatau infonya e mbak",

"Wahhh, anak saya mau, tapi kok kayaknya susah e mbakk",

"mbak anak saya juga gak tau KIP Kuliah" "Mas, kok sepertinya ribet ya" dll.

Pertanyaan berbau ketidaktahuan ini lambat laun akan berubah menjadi pernyataan putus asa apabila kita abaikan. Peran pendamping tidak hanya feeding KPM dengan informasi yang ada. Pendamping tidak hanya inisiatif tapi juga proaktif untuk 'reach out' KPM lebih dekat, indeepth, sembari menanggapi pertanyaan seputar GAK dan menginformasikan tentang KIP Kuliah, ada baiknya bertanya mengenai bagaimana pendapat anak tentang pembelajaran daringnya, hobi dan minat anak-anak KPM, cita-cita anak KPM, hingga harapan orang tuanya.  Dengan bertanya hal-hal ringan seperti itu pendamping membantu menanamkan kepercayaan diri bahwa cita-cita sekecil apapun itu tidak ada yang mustahil, asalkan kita  gigih dan cermat menyikapi kesempatan yang ada.

 

Pendamping    : Jarsiyana Dienty Sari

Lokasi Tugas   : Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang